Semarang — Program Studi Magister Pendidikan Matematika di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) terus menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan praktik pendidikan modern. Salah satu implementasi nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Mathcare Movement, sebuah gerakan pengabdian masyarakat berbasis inklusi yang dilaksanakan dalam mata kuliah Rekayasa Pembelajaran Matematika Inklusi.
Program ini menjadi wujud nyata penerapan nilai Takrimul Aulad, yaitu prinsip memuliakan dan menyayangi anak-anak tanpa memandang latar belakang, kemampuan, maupun kondisi mereka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Magister Pendidikan Matematika tidak hanya belajar merancang pembelajaran matematika yang inovatif, tetapi juga mengaplikasikan sikap empati, kepedulian sosial, dan penghargaan terhadap keberagaman peserta didik.
Kegiatan Mathcare Movement melibatkan mahasiswa yang turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pendampingan belajar matematika kepada anak-anak dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan belajar. Dalam suasana yang penuh kehangatan, mahasiswa menghadirkan aktivitas belajar matematika yang menyenangkan, interaktif, serta inklusif sehingga setiap anak merasa dihargai dan mampu berpartisipasi secara aktif.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Matematika UNISSULA, Dr. Nila Ubaidah, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kekhasan kurikulum prodi yang mengintegrasikan keilmuan matematika, pedagogi inklusi, dan nilai-nilai Islami.
“Mathcare Movement bukan hanya kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga media pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang bermakna. Nilai Takrimul Aulad mengajarkan kita untuk menghormati, menyayangi, dan memberdayakan setiap anak dalam proses belajar,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dekan FKIP UNISSULA, Dr. M. Afandi, M.Pd., M.H.yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkarakter.
Menurut beliau, integrasi antara penguasaan ilmu, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman merupakan ciri khas pendidikan di UNISSULA. Melalui program seperti Mathcare Movement, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik profesional, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.
Suasana kegiatan yang penuh keceriaan tampak dari antusiasme anak-anak yang mengikuti berbagai aktivitas belajar matematika kreatif bersama para mahasiswa. Interaksi yang hangat antara mahasiswa dan peserta didik mencerminkan semangat bahwa setiap anak memiliki potensi untuk belajar dan berkembang.
Dengan mengusung semboyan “Kami percaya, semua bisa belajar, semua bisa berbagi, semua berharga,” Mathcare Movement menjadi simbol komitmen Magister Pendidikan Matematika UNISSULA dalam menghadirkan pendidikan matematika yang inklusif, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Program ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat peran akademisi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Universitas Islam Sultan Agung sebagai kampus yang mengusung semangat Kampus Birrul Walidain dan pendidikan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.
✨ Mathcare Movement menjadi bukti bahwa matematika tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang kepedulian, kasih sayang, dan kebermaknaan bagi sesama.


Recent Comments